Karir

Delapan Menit yang Harus Jadi Lima: Paparan di Depan Juri

Sembilan belas peserta, tujuh kriteria berbobot, nomor urut diundi di tempat, dan naskah delapan menit harus jadi lima.

Catatan Kinerja
8 menit baca
Delapan Menit yang Harus Jadi Lima: Paparan di Depan Juri

Catatan Kinerja · Kasus 02 Tendik Inovatif 2026 · Progress · Paparan Juri, Angka Terukur, Keterbukaan Kontribusi

Status kasus: Berjalan — tahap Progress. Kejadian: 15–16 September 2026 (undangan dan pelaksanaan). Ditulis: 22 September 2026.

Tahap Progress: presentasi dan wawancara calon Tenaga Kependidikan Inovatif tingkat universitas, Rabu, 16 September 2026. Tulisan ini mencatat undangannya, aturan main yang baru diumumkan pagi itu, persiapan paparan, dan jalannya penilaian.

Undangan

Pada Selasa, 15 September, panitia mengirim surat undangan atas nama Rektor, ditandatangani Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum. Sembilan belas tenaga kependidikan dari berbagai fakultas, biro, lembaga, UPA, dan badan pengelola usaha diundang, dan usulan UPA TIK termasuk di antaranya. Surat edaran menyebut rentang 15–17 September; undangan menetapkan satu hari untuk seluruh peserta.

Rabu, 16 September 2026, pukul 08.00 WIB sampai selesai — Ruang Kerja Tim Organisasi dan Kepegawaian, Gedung Rektorat lantai 3.

Surat undangan peserta Pemilihan Tenaga Kependidikan Inovatif 2026 bertanggal 15 September 2026: pelaksanaan Rabu, 16 September 2026 pukul 08.00 WIB di Ruang Kerja Tim Organisasi dan Kepegawaian, Gedung Rektorat lantai 3

Surat undangan peserta, 15 September 2026. Tanda tangan, cap, nama, dan NIP pejabat disamarkan; salinan asli tersimpan sebagai arsip bukti.

Potongan lampiran daftar peserta: Harno, UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi, nomor 6 dari 19 peserta

Lampiran undangan: hanya baris UPA TIK yang ditampilkan. Nama dan NIP 18 peserta lain tidak dipublikasikan.

Undangan terbit sehari sebelum acara. Bahan paparan sudah siap sejak 11 September, sehingga waktu yang tersisa dapat dipakai untuk berlatih dan memeriksa ulang angka, bukan menyusun dari awal.

Aturan main diumumkan di depan semua peserta

Acara dibuka Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum dan disaksikan Kepala Biro Keuangan, Kepegawaian, dan Umum. Penilaian dipegang tiga juri independen: seorang anggota tim reformasi birokrasi, seorang arsiparis ahli madya, dan kepala pusat penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran. Sebelum sesi dimulai, panitia menjelaskan seluruh mekanismenya.

  • Sembilan belas peserta dari empat belas unit kerja, masing-masing hasil seleksi di tingkat unit.
  • Lima belas menit untuk setiap peserta: lima menit memaparkan inovasi, sepuluh menit tanya jawab dengan tim penilai.
  • Nomor urut diundi di tempat, disaksikan Kepala Biro — supaya urutan tampil tidak ditentukan siapa pun.
  • Jadwal dimajukan setengah jam menjadi pukul 09.30; peserta diminta hadir 15 menit sebelum gilirannya; istirahat pukul 12.00–13.00.
  • Tiga terbaik diumumkan pada 23 September 2026, bertepatan dengan Dies Natalis ke-61, dan penghargaannya diserahkan dalam Anugerah Be Strong.

Tiga juri duduk di meja panjang ruang sidang saat sesi penilaian, pukul 08.44

Meja juri pada pukul 08.44, sebelum sesi dimulai. Tiga orang juri menilai seluruh peserta.

Tujuh kriteria, bobotnya dibuka sejak awal

Yang paling layak dicatat dari pagi itu: rubrik penilaian tidak dirahasiakan. Bobot setiap kriteria dibacakan sebelum peserta pertama tampil, sehingga semua orang tahu apa yang dinilai dan seberapa besar pengaruhnya.

KriteriaBobot
Dampak terhadap layanan dan penerima manfaat25%
Efektivitas dan efisiensi20%
Kebaruan dan kreativitas inovasi15%
Implementasi dan bukti hasil15%
Permasalahan dan urgensi inovasi10%
Keberlanjutan dan potensi replikasi10%
Kualitas presentasi dan penguasaan materi5%

Membaca bobot itu. Dampak, efektivitas, dan bukti hasil berjumlah 60 persen, sementara kualitas penampilan hanya 5 persen. Artinya yang dicari bukan paparan yang paling memikat, melainkan inovasi yang benar-benar berjalan dan terbukti dipakai — persis alasan angka platform dikumpulkan lebih dulu dari sistem yang sedang berjalan, bukan disusun menjelang lomba.

Arahan pimpinan: jangan bekerja dengan pola lama

Dalam arahannya, Wakil Rektor menegaskan bahwa inovasi berarti menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, bukan sekadar menjalankan pekerjaan seperti biasa hanya karena begitulah kebiasaannya. Yang bertahan, katanya, bukan yang paling kuat atau paling pintar, melainkan yang paling mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan.

Tidak ada titipan. Pilih yang terbaik, yang memang aplikatif — dan kalau inovasinya bagus, kembangkan supaya dapat dipakai unit lain.

Dua hal itu diucapkan di depan seluruh peserta dan juri: penilaian bebas dari titipan, dan inovasi diukur juga dari kemungkinannya direplikasi ke unit lain. Beliau mengingatkan pula bahwa tenaga kependidikan Universitas Lampung berjumlah lebih dari seribu orang, sehingga sembilan belas peserta ini adalah hasil saringan unit masing-masing.

Foto bersama peserta dan juri Pemilihan Tenaga Kependidikan Inovatif 2026 di ruang sidang Gedung Rektorat

Peserta dan juri Pemilihan Tenaga Kependidikan Inovatif 2026, 16 September 2026.

Delapan menit yang harus menjadi lima

Paparan dirancang untuk delapan menit karena alokasi resminya belum diumumkan saat naskah disusun. Pagi itu angkanya menjadi jelas: lima menit, ditambah sepuluh menit tanya jawab. Naskah harus dipadatkan di tempat.

Bagian yang dikorbankan sudah ditentukan sejak awal. Pada naskah, slide 10 dan 11 — jangkauan di luar PKKMB serta rencana pengembangan — memang ditandai sebagai bagian pertama yang dipotong bila waktu menipis. Yang dipertahankan: titik berangkat, hasil terukur, dan tiga keunggulan.

BagianSlidePesan
Titik berangkat1–3sistem belum ada pada 9 Juli; tenggat 11 Agustus tidak bisa ditawar; kontribusi disebut apa adanya
Hasil4angka dari basis data yang sedang berjalan, tidak satu pun ditaksir
Tiga keunggulan5–7undian yang dapat dihitung ulang; kelulusan yang dapat ditelusuri; sistem yang berani menahan diri
Dasar8–9lima prinsip; penilaian pihak ketiga, termasuk yang negatif
Batas dan rencana10–12dipotong lebih dulu bila waktu habis; penutup tetap disampaikan

Tiga slide cadangan disiapkan di luar dua belas slide itu — untuk pertanyaan tentang kerja tim, angka yang belum terukur, dan keamanan data. Slide cadangan tidak memakan waktu paparan; ia hanya dibuka bila ditanya. Dengan tanya jawab dua kali lebih panjang daripada paparan, slide cadangan justru lebih sering berguna daripada slide utama.

Menyiapkan pertanyaan yang tidak nyaman

Isi tanya jawab tidak dicatat saat sesi berlangsung. Bagian ini sengaja dibiarkan kosong daripada disusun ulang dari ingatan beberapa hari sesudahnya — sebuah catatan proses kehilangan gunanya begitu isinya tidak lagi dapat dipertanggungjawabkan.

Yang tercatat hanya bentuknya: sesi tanya jawab berlangsung kira-kira dua kali lebih lama daripada paparan itu sendiri.

Satu aturan untuk semuanya: bila ditanya hal yang tidak diketahui jawabannya, katakan belum terukur, lalu sebutkan apa yang terukur. Menebak di depan juri merusak angka lain yang sudah benar.

Jalannya paparan

Undian nomor urut diambil pukul 09.18, sebelum sesi dimulai. UPA TIK mendapat nomor urut 2 — giliran kedua dari sembilan belas peserta.

Kertas undian bertuliskan angka 2, diambil sebelum sesi penilaian dimulai

Nomor urut hasil undian di tempat, diambil pukul 09.18 — UPA TIK mendapat giliran kedua.

Dengan sesi yang dimajukan ke pukul 09.30 dan jatah lima belas menit per peserta, giliran kedua jatuh sekitar pukul 09.45. Nomor awal berarti hampir tidak ada waktu tambahan: memadatkan naskah delapan menit menjadi lima harus dikerjakan sambil menunggu giliran, bukan di meja kerja.

Pelaksanaan. Rabu, 16 September 2026, Gedung Rektorat lantai 3, urutan kedua.

Pertanyaan juri

Isi tanya jawab tidak dicatat saat sesi berlangsung. Bagian ini sengaja dibiarkan kosong daripada disusun ulang dari ingatan beberapa hari sesudahnya — sebuah catatan proses kehilangan gunanya begitu isinya tidak lagi dapat dipertanggungjawabkan.

Yang tercatat hanya bentuknya: sesi tanya jawab berlangsung kira-kira dua kali lebih lama daripada paparannya sendiri, dan daftar pertanyaan yang disiapkan sebelum hari H ada pada bagian sebelumnya.

Yang berjalan sesuai rencana, dan yang tidak

  • Tidak sesuai rencana: alokasi paparan ternyata lima menit, bukan delapan. Naskah dipadatkan di tempat dengan memotong bagian yang memang sudah ditandai boleh hilang.
  • Sesuai rencana: seluruh angka yang disebut bersumber dari dokumen data terukur 10 September, sehingga tidak ada yang perlu dikarang ketika waktu memburu.

Refleksi

  • Bobot penilaian yang dibacakan di depan mengubah cara menyiapkan diri: kualitas penampilan hanya 5 persen, jadi waktu lebih berguna dipakai menyiapkan bukti daripada memoles slide.
  • Rencana pemotongan yang dibuat sebelum hari H ternyata lebih berharga daripada naskah yang rapi. Yang menolong bukan naskah delapan menitnya, melainkan keputusan bagian mana yang boleh hilang.
  • Tanya jawab dua kali lebih panjang daripada paparan. Kesiapan menjawab lebih menentukan daripada kelancaran bercerita.
  • Jawaban untuk "apa yang gagal?" disiapkan lebih dulu, sehingga kekurangan disampaikan sebagai temuan, bukan pengakuan yang terpaksa.

Langkah berikutnya

Pengumuman tiga nominasi dijadwalkan 23 September 2026, bersamaan dengan Dies Natalis ke-61, dan penghargaannya diserahkan dalam Anugerah Be Strong. Tulisan berikutnya mencatat hasilnya — dan apa yang tetap dihasilkan terlepas dari peringkat.

Seri kasus ini

50

Subscribe newsletter

Dapat email setiap kali Catatan Kinerja publish post baru. Tanpa spam, unsubscribe kapan saja.

Privacy: email kamu cuma dipakai untuk kirim post baru dari blog ini. Tidak di-share, tidak di-jual.

Komentar (0)

Memuat komentar…

    Tentang Penulis

    Catatan Kinerja

    Lihat semua artikel →

    Artikel Terkait dari Harno ID

    Topik Serupa

    Bacaan Lain di Blog Unila

    Tulisan terkait dari penulis lain — kurasi otomatis berdasarkan kategori & tag.